Contoh Makalah Yang Benar

Contoh Makalah Yang Benar – Salam Sejahtera, Best Jobbers di manapun Anda berada saat ini. Selamat datang di portal bestjobaroundtheworld.com, portal  keilmuan yang aktual dan terpercaya.

Makalah adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah dengan pembahasan permasalahan tertentu berdasarkan hasil kajian teori atau kajian lapangan.

Pada umumnya contoh makalah yang benar dibuat untuk memenuhi tugas-tugas tertentu baik tugas akademik maupun tugas non-akademik.

Contoh makalah yang benar menjadi sarana informasi, demonstrasi dan pemahaman penulis tentang sebuah permasalahan yang dikaji oleh penulis.

Dalam hal ini contoh makalah yang benar selalu menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan masalah tertentu.

Selain itu, makalah bukan sebuah rangkuman dari penelitian yang sudah pernah dilakukan atau literatur tertentu.

Contoh makalah yang benar harus menjadi  sarana untuk menunjukkan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah.

Baca Juga : Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar

Fungsi yang harus dipenuhi dalam membuat contoh makalah yang benar antara lain:

  • Media pelatihan  untuk menyusun karya ilmiah secara benar dan cermat.
  • Media untuk  memperluas wawasan keilmuan bagi penulis dan pembaca.
  • Mendemostrasikan pemahaman teori seorang penulis maupun kemampuan untuk menerapkan prosedur-prosedur yang berkaitan dengan permasalahan.
  • Memberikan sumbangan pemikiran secara teoretis maupun praktis.
  • Memberikan andil kemanfaatan bagi perkembangan konsep keilmuan.

Di bawah ini, akan saya berikan contoh makalah yang benar dengan tema pembahasan Pendekatan Studi Islam. Silahkan Best Jobbers simak dengan seksama….jangan lupa di akhir artikel ini akan saya berikan link untuk melihat file asli dari contoh makalah yang benar ya….

Contoh Makalah Yang Benar Dengan Tema Pendekatan Studi Islam

Contoh Makalah Yang Benar
source : The New York Times

Pendekatan Studi Islam merupakan salah satu subbab dari mata kuliah Metodologi Studi Islam. Mata kuliah ini biasa  diajarkan dalam fakultas maupun perguruan tinggi Islam di seluruh Indonesia.

Di bawah ini akan saya paparkan sistematika contoh makalah yang benar dengan tema pendekatan studi Islam. Simak terus ya…

Contoh Cover

Contoh cover yang benar memuat tentang informasi seperti : judul makalah, peruntukkan makalah, logo institusi, identitas penulis, nama institusi dan tahun pembuatan makalah. Untuk detailnya bisa dilihat di sini.

Contoh Pendahuluan Makalah Yang Benar

source : SlideShare

Bab pertama (BAB I) dari contoh makalah yang benar adalah bab Pendahuluan. Pendahuluan berisi  tentang persoalan yang akan dibahas meliputi:

Latar Belakang

Latar belakang adalah penjelasan dalam bentuk uraian paragraf. Latar belakang berisi alasan mengapa sebuah makalah dibuat.

Misalnya, dalam artikel kali ini saya memuat contoh makalah yang benar tentang Pendekatan Studi Islam, berarti saya harus menjelaskan mengapa topik makalah tersebut dibuat.

Pembaca dapat mengetahui apa yang akan dibahas dalam makalah  dengan adanya latar belakang.

Nah, agar latar belakang yang kita tulis tidak melenceng dari pembahasan,  kita harus memperhatikan beberapa poin penting di bawah ini:

Kondisi ideal tentang bagaimana seharusnya suatu keadaan dari permasalahan yang kita tuliskan.

Kondisi faktual tentang sebuah suatu objek penelitian, dapat berupa masalah sehingga menjadi dasar dibuatnya suatu makalah.

Membahas penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh peneliti lain.

Tujuan penelitian, dan Metode penelitian yang digunakan dalam makalah.

Perumusan singkat mengenai pertanyaan seputar penelitian.

Nah langsung saja best Jobbers, kita akan melihat contoh Latar Belakang dari contoh makalah yang benar dengan tema Pendekatan Studi Islam berikut ini.

Contoh Latar Belakang

Metodologi Studi Islam secara etimologi, metodologi berasal dari kata “method” yang berati cara dan “logos” yang berarti ilmu.[1]

Islam berasal dari bahasa arab dari kata “salima, aslamaa” yang berarti selamat, tunduk, berserah dan kepatuhan.

Metodologi studi Islam adalah prosedur yang ditempuh secara ilmiah, cepat, dan tepat dalam mempelajari Islam secara luas dalam berbagai aspeknya, baik dari segi sumber ajaran, pemahaman terhadap sumber ajaran maupun sejarahya.[2]

Dalam Studi Islam dikenal berbagai macam pendekatan antara lain pendekatan teologis, pendekatan normatif, pendekatan antropologis, dan pendekatan sosiologi.

Selain itu adapula  pendekatan fisiolofis, pendekatan psikologis, pendektan historis, pendekatan fenomenologi, pendekatan arkeologis, pendekatan sufism/ tasawuf, pendekatan tekstual dan kontekstual, dan pendekatan kawasan/studi wilayah.

Berbagai pendekatan tersebut diperlukan agar kehaidiran Islam secara fungsional dapat dirasakan.

Dalam hal ini akan membahas mengenai pendekatan arkeologis, pendekatan sufism/ tasawuf, pendekatan tekstual dan kontekstual, dan pendekatan kawasan/ studi wilayah.

Pendekatan arkeologi, Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan.

Kajian sistematis meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak (budaya bendawi), ekofak (benda lingkungan) maupun fitur (situs arkeologi).

Pendekatan Tasawuf merupakan salah satu bidang studi Islam yang memusatkan perhatian pada pembersihan aspek kerohanian manusia yang selanjutnya menimbulkan kebaikan akhlak mulia.

Lalu pendekatan tekstual dan kontekstual, pendekatan tekstual artinya sebuah pendekatan studi terhadap suatu pendekatan studi terhadap suatu nash/teks.

Pendekatan tekstual menjadikan lafal-lafal nash/teks tersebut sebagai obyek, dan pendekatan kontekstual yiatu suatu pendekatan yang semata-mata tidak hanya melihat keumuman lafadz, tetapi lebih dipengaruhi latar belakang turunnya.

Studi Kawasan Islam adalah kajian yang tampaknya bisa menjelaskan bagaimana situasi sekarang ini terjadi.

Fokus materi kajiannya tentang berbagai area mengenai kawasan dunia Islam dan lingkup pranata yang ada dicoba diurai didalamnya.

Contoh Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pendekatan arkeologis dalam studi Islam ?
  2. Bagaimana pendekatan sufism/ tasawuf dalam studi Islam ?
  3. Bagaimana pendekatan tekstual dan kontekstual dalam studi Islam ?
  4. Bagaimana pendekatan kawasan/ studi wilayah dalam studi Islam ?

Contoh Pembahasan

Contoh Makalah Yang Benar
source SlideShare

Pembahasan merupakan inti dari masalah. Berbagai teori dan analisis permasalahan yang dibahas dan  tuangkan dalam pembahasan. Dalam pembahasan teori dipaparkan secara sistematis. Berikut adalah contoh pembahasan dari contoh makalah yang benar. Lanjut menyimak ya, Best Jobbers…

Pendekatan Arkeologis

Arkeologi, berasal dari bahasa Yunani, archaeo yang berarti “kuno” dan logos, “ilmu”. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan.

Kajian sistematis meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data.  Interpretasi data dapat berupa artefak , ekofak  maupun fitur (artekfaktual yang tidak dapat dilepaskan dari tempatnya (situs arkeologi).

Teknik penelitian yang khas adalah penggalian (ekskavasi) arkeologi, meskipun survei juga mendapatkan porsi yang cukup besar.[3]

Dalam kaitannya dengan studi Islam, maka arkeologi sebagai satu disiplin ilmu digunakan untuk merekontruksi perkembangan Islam di suatu tempat.

Caranya adalah  melalui benda-benda artefak maupun situs peninggalan Islam sehingga memahami Islam di suatu tempat tersebut pada masa lampau.

Hal tersebut dilakukan agar generasi mendatang dapatmemahami Islam dengan bukti-bukti benda material.

Dengan demikian akan muncul arkeo-Islamologi atau arkeologi Islam yakni hubungan antara studi Islam dengan arkeologi ilmu-ilmu bantu arkeologi.

Melalui prinsip-prisip arkeologi dan ilmu-ilmu bantunya, kajian tentang Islam dapat direkonstruksi sejak pra-Kerasulan, masa Kerasulan, dan pasca Kerasulan Nabi Muhammad Saw.

Secara lebih luas dapat mengaitkan titik temporal yang kaitan dengan Islam, misalnya: orang Islam, dunia Islam, domain Islam, negara Islam dan lain-lain ke dalamsuatu tata urutan tertentu.

Sebagai satu disiplin ilmu arkeologi sebagai salah salah satu pendekatan dlam studi Islam tidak dapat terlepas dari ilmu-ilmu lain.

Misalnya, arkeologi Islam dengan epigrafi studi prasasti, arkeologi Islam dengan filologi studi naskah kuno, arkeologi Islam dengan arsitektur bangunan sakral, arkeologi Islam dengan antropologi kebudayaan, arkeologi Islam dengan sosiologi sejarah pesantren.[4]

Pendekatan Sufism/ Tasawuf

Tasawuf merupakan salah satu bidang studi Islam yang memusatkan perhatian pada pembersihan aspek kerohanian manusia yang selanjutnya menimbulkan kebaikan akhlak mulia.

Pembersihan aspek rohani manusia selanjutnya dikenal sebagai dimensi esoterik dari diri manusia.

Melalui Tasawuf seseorang dapat mengetahui tentang cara-cara melakukan pembersihan diri serta mengamalkannya dan tampil sebagai manusia yang dapat mengendalikan dirinya.

Atau ketika manusia melakukan aktivitas dapat menjaga kejujuran hati nurani, keikhlasan, tanggung jawab dan dapat membendung penyimpangan moral, seperti manipulasi nilai, korupsi nilai, kolusi dan lain-lain yang subur dalam negara kita yang notabene mayoritas Islam.[5]

Istilah yang berkembang pertama dalam tasawuf adalah tasawuf itu sendiri. Secara etimologi merupakan bentuk masdar darikata “suf” yang berarti “wol”, yaitu untuk menunjukkan penggunaanjubah wol.

Kata suf (kain wol) menggambarkan orang yang hidupsederhana dan tidak mementingkan dunia.

Dari segi linguistic (kebahasaan) dapat dipahami bahwa tasawuf adalah sikap mentalyang selalu memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana,rela berkorban untuk kebaikan dan selalu bersikap kebajikan.

Sikap jiwa yang demikian itu pada hakikatnya adalah akhlak mulia.

Kedua, sufi. Sufi yaitu suci. Seorang sufi adalah orang yang disufikan atau yang disucikan dan kaum sufi adalah orang-orang yang telah mensucikan dirinya melalui latihan berat dan lama.

Dalam arti yang lain sufi atau sufiyah diartikan sebagai orang yang selalu mengamalkan ajaran-ajaran tasawuf dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kata lain, sufi merupakan orang yang mensucikan dirinya dangan mengingat Allah (zikrullah), menempuh jalan kembali kepada Allah sampai kepada pengetahuan yang hakiki (ma`rifah).[6]

Tasawwuf atau sufisme ialah istilah yang khusus dipakai untuk menggambarkan mistisisme dalam Islam.

Tujuan dari mistisisme itu adalah memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seorang berada di hadirat Tuhan.

Intisari dari mistisisme termasuk di dalamnya tasawuf adalah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan, dengan mengasingkan diri dan berkontemplasi.

Kesadaran itu selanjutnya mengambil bentuk rasa dekat sekali dengan Tuhan dalam arti bersatu dengan Tuhan dalam istilah Arab disebut ittihad dan istilah Inggris mystical union.[7]

Sejalan dengan fungsi dan peran tasawuf, maka kalangan para ahli tasawuf timbul upaya dalam membuat bentuk dalam penelitian tasawuf. Secara ringkas akan dikemukakan model-model penelitian tasawuf.

Model Sayyed Husein Nashr (Metode Tematik)

Pendekatan tematik dalam pengkajian tasawuf yakni pendekatan yang mencoba menyajikan ajaran tasawuf sesuai dengan tema-tema tertentu.

semacam ini dilakukan oleh HuseinNasir dan termasuk di dalamnya pada kritik terhadap ajaran tasawufyang pernah berkembang dalam sejarah Islam.

Hasil penelitiannya dalam bidang tasawuf ia sajikan dalam bukunya yangberjudul Tasawuf dulu dan sekarang yang diterjemahkan oleh Abdul Hadi WM dan diterbitkan oleh pustaka Firdaus, Jakarta tahun 1985.

Di dalam bukunya tersebut disajikan hasil penelitiannya di bidang tasawuf dengan menggunakan pendekatan tematik.

Model Mustafa Zahri (Pendekatan Eksploratif)

Pendekatan eksploratif menggali ajaran tasawuf dari berbagai literatur ilmu tasawuf.

Dalam penelitian ini menekankan pada ajaran yang terdapat dalam tasawuf berdasarkan literatur yang ditulis oleh para ulama dengan mencari sandaran dari Alquran dan Hadis.

Seperti yang dilakukan oleh Mustafa Zahri, karyanya Kunci Memahami Ilmu Tasawuf  dengan menggali dari berbagai sumber yang membahas tentang ajaran-ajaran tasawuf.

Model Kautsar Azhari Noor (Pendekatan Tokoh)

Pendekatan yang dilakukan dengan studi tokoh seperti yang dilakukan oleh dosen IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta Kautsar Azhari, Ibn Arabi Wahdat al-Wujud dalam Perdebatan.  

\Penelitian ini cukup menarik, karena dilihat dari paham yang dibawakannnya Wahdat al-Wujud, yang menimbulkan kontroversi di kalangan para ulama karena paham tersebut membawa paham reingkarnasi.

Yakni  paham serba Tuhan, yakni Tuhan menjelma dalam berbagai ciptaan-Nya, sehingga mengganggu zat Tuhan.

Model Harun Nasution (pendekatan tematik)

Hasil penelitiannya dalam bidang tasawuf ia tuangkan antaralain dalam bukunya yang berjudul falsafat dan misitisisme dalam Islam, yang diterbitkan oleh Bulan Bintang Jakarta terbitan pertama tahun 1973.

Penelitian yang dilakukan Harun Nasution pada bidang tasawuf ini mengambil pendekatan tematik.

Model AJ. Arberry (Pendekatan Kesejarahan)

Pendekatan kombinasi yaitu dengan menggabungkan antarapendekatan tematik dengan studi tokoh.

Hal ini dilakukan oleh A.J. Alberry dalam bukunya yang berjudul Pasang Surut Aliran Tasawuf.

Dengan mencoba mengemukakan firman Tuhan, kehidupan Nabi, para zahid, para sufi, para ahli teori tasawuf, struktur teori tasawufdan amalan tasawuf.

Dalam penelitian tersebut nampak bahwa beliau menggunakan analisa kesejarahan.

Yakni berbagai tema dipahami berdasarkan konteks sejarahnya, dan tidak dilakukan proses aktualisasi nilai atau mentrasformasikan ajaran-ajaran tersebut ke dalam kehidupan modern.[8]

Pendekatan Tekstual dan Kontekstual

Pendekatan Tekstual

Secara etimologis, tekstual berasal dari kata benda bahasa Inggris text, yang berarti isi, bunyi, dan gambar-gambar dalam sebuah buku.

Tekstual juga berarti catatan yang samapersis menurut naskahnya dan sama benar dengan naskahnya.  Secara terminologis, pemahaman tekstual adalah pemahaman yang berorientasi pada teks dalam dirinya.

Oleh karena itu, lewat pendekatan ini, wahyu dipahami melalui pendekatan kebahasaan, tanpa melihat latar sosio-historis, kapan dan dimana wahyu itu diturunkan

Al Qur’an sebagai teks utama dalam Islam dan merupakan firman Tuhan yang abadi.

Al Qur’an merupakan kitab tunggal dimana dengan melaluinya, Tuhan mentransformasi umat Islam menjadi sebuah peradaban buku.Metode tekstualmenjadikan teks wahyu sebagai pegangan dalam memahami Islam.

Al Qur’an dan hadis telah komplit dan sempurna menyediakan pelbagai konsep dan jawaban terhadap segala persoalan keagamaan yang dihadapi manusia sejak masa Rasulullah hingga akhir zaman.

Ada tiga elemen yang berperan dalam menentukan makna suatu teks. Yaitu:

Makna ditentukan oleh pengarang

Pengarang teks memformulasikan maksudnya ketika ia membentuk sebuah teks, dan pembaca harus memahami maksud dari pengarang. Untuk teks al Qur’an, ia adalah media pengarang (Tuhan) untuk mengungkapkan maksudnya.

Makna ditentukan oleh teks

Perdebatan apapun di seputar makna, maka yang menjadi rujukan perdebatan adalah teks.

Al Qur’an adalah teks yang memiliki otonomi tersendiri (maksud tekstual), memiliki kaidah-kaidah bahasa yang dapat digunakan untuk memahami dan menentukan makna.

Penetapan makna dilakukan oleh pembaca.

Teks al Qur’an tidak akan bermakna tanpa peran pembaca. Dan, dalam melakukan proses pembaaan teks sangat dimungkin membawa subjektifitasnya sendiri-sendiri.

Jadi, yang dimaksud dengan istilah pendekatan tekstual dalam kajian ini adalah suatu kecenderungan atau metode pendekatan yang menitikberatkan pada makna teks harfiah.

Dengan tanpa menyertakan konteks sosio-historis teks dalam aktivitas penafsiran: dimana, kapan, dan mengapa teks tersebut lahir, dan bagaimana proyeksi makna teks ke depan.

Karena mengedepankan makna harfiah teks  di satu sisi dan menafikan peran dan keterlibatan sang penafsir di sisi lain, maka penetapan maknanya sepenuhnya menjadi domain otoritas teks.

Di luar teks tidak ada makna yang bisa diyakini maupun dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pendekatan Kontekstual

Kontekstual berasal dari bahasa Inggris, context yang berarti istilah yang berhubungan dengan kata-kata, konteks, suasana, dan keadaan.

Lalu menjadi contextual yang berhubungan dengan konteks, atau dengan pengertian lain yakni keadaan atau situasi dimana suatu kalimat atau perkataan itu dikatakan.

Dengan pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa Islam kontekstual adalah Islam yang dipahami sesuai dengan situasi dan kondisi dimana Islam itu dikembangkan.

Menurut Suryadi, batasan pendekatan kontesktual antara lain: Menyangkut bentuk atau sarana yang tertuang secara tekstual. Dalam hal ini tidak menuntut seseorang untuk mengikuti secara saklek (apa adanya).

Sehingga bila ingin mengikuti Nabi tidak harus berbicara dengan bahasa Arab, memberi nama yang Arabisme, berpakaian Gamis ala Timur Tengah dan sebagainya.

Karena semua ini produk budaya yang tentu secara zahir antara setiap wilayah berbeda.

Aturan yang menyangkut manusiasebagai makhluk individu dan biologi

Jika Rasulullah makan hanya menggunakan tiga jari maka tidak harus mengikuti dengan tiga jari, karena kontek yang dimakan Rasulullah adalah kurma atau roti.

Sedangkan bila makan nasidan sayur asem harus tiga jari betapa malah tidak efektifnya.

Ide dasar yang dapat runut pada diri Nabi dalam konteks ini adalah bagaimana makan yang halal baik, tidak berlebihan dan dengan ahlak yang baik pula.

Aturan yang menyangkut manusia sebagai mahluk sosial.

Bagaimana manusia berhubungan dengan sesama, alam sekitar dan binatang adalah wilayah kontekstual. Sebagaimana isyarat hadis antum a’lamu biumuri dunyakum.

Ide dasar yang disandarkan pada Nabi adalah tidak melanggar tatanan dalam rangka menjaga jiwa, kehormatan keadilan dan persamaan serta stabilitas secara umum sebagai wujud ketundukan pada Sang Pencipta.

Terkait masalah sistem kehidupan bermasyarakat dan bernegara, dimana kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya yang sedemikian kompleks, maka kondisi pada zaman Nabi tidak dapat dijadikan sebagai parameter sosial.[9]

Pendekatan Kawasan / Studi Wilayah

Pengertian Studi Kawasan Islam adalah kajian yang tampaknya bisa menjelaskan bagaimana situasi sekarang ini terjadi.

Fokus materi kajiannya tentang berbagai area mengenai kawasan dunia Islam dan lingkup pranata yang ada dicoba diurai didalamnya.

Mulai dari pertumbuhan, perkembangan, serta ciri-ciri karakteristik sosial budaya yang ada didalamnya, termasuk juga tentang faktor-faktor pendukung bagi munculnya berbagai ciri dan karakter serta pertumbuhan kebudayaan dimasing-masing dunia kawasan Islam.

Oleh karena itu, objek formal studinya harus meliputi aspek-aspek geografis, demografis, historis, bahasa serta berbagai perkembangan sosial dan budaya, yang merupakan ciri-ciri umum dari keseluruhan perkembangan yang ada setiap kawasan budaya.[10]

Terkait dengan pembelajaran Islam dengan menggunakan pendekatan wilayah, berikut ada beberapa perkembngan Islam di berbagai kawasan:

Islam di Asia tenggara

Adapun mengenai kedatangan Islam ke Asia Tenggara terdapat tiga pendapat yaitu:

Pertama, pendapat pertama menyatakan bahwa Islam yang datang ke Asia tenggara berasal langsung dari arab atau tepatnya Hadramaut.

Pendapat ini pertama-tama dikemukakan oleh Crawfurd (1820), Keyzer (1859), Niemann, de Hollander (1861), dan Veth (1878).

Kedua, pendapat kedua menyatakan bahwa Islam yang datang ke Asia Tenggar dari India. Pendapat ini pertama kali dikemukakan oleh Pijnapel pada tahun 1872.

Ketiga, pendapat yang ketiga menyatakan bahwa Islam yang datang ke Asia Tenggara berasal dari Banggali (kini Bangladseh). Pendapat ini digunakan oleh Fatimi.[11]

Islam di Indonesia

Agama Islam yang masuk ke Indonesia di anggap sebagai agama yang asing, karena hampir semua wilayah Nusantara masyarakatnya sudah memiliki kepercayaan dan tradisi keberagamaan sendiri yang sudah melekat kuat.

Akan tetapi dengan sifat agama Islam yang fleksibel atau tidak kaku, Islam akhirnya dapat membaur dengan berbagai bentuk kebudayaan yang ada.

Terdapat beberapa Teori tentang cara masuknya agama Islam ke Indonesia. Terdapat 4 teori besar yang dikenal dengan empat Grand Teory, yaitu:

Teory Gujarat, teori ini dikemukakan oleh G.W.J. Drewer dan dikembangkan oleh Snouk Hurgronje.

Pendapat iini didasarkan pada kesamaan orang-orang Arab yang menetap di Gujarat dan Malabar yang bermadzhab syafi’i dengan orang-orang Gujarat dan malabar yang menetap di Indonesia.

Teori Bengal, menyatakan bahwa Islam datang dari Bengal.

Pendapat ini didasarkan bahwa adanya batu nisan Fatimah  Binti Maimun yang ditemukan di Leran Gersik Jawa timur bertahun 475 H atau 1082 M memiliki kesamaan dengan batu nisan yang ada di wilayah bengal.

Teori Malabar, Menyatakan bahwa Islam datang ke Indonesia itu berasal dari kolomader dan malabar pendapat ini dikemukakan oleh W. Arnold da Marison.

Alasan yang memperkuat pendapat ini adalah bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki kesamaan madzhab dengan agama Islam yang dianut oleh masyarakat Indonesia.

Teori Arab, itu Islam datang berasal dari sumber  aslinya yaitu Arab pendapat ini banyak dikemukakan oleh para sejarawan yang intens dengan kajian Islam di Asia Tenggara.

di antaranya adalah Crawfurd 1820, Keyzer 1859, Nieman 1861, De Holander 1861, Veth 1878.

Teori ini juga didukung olelh sejarawan Asia Tenggara asal Malaysia yaitu Naquib Al Attas, dan juga sejarawan Indonesia Uka Tjandra Sasmita dan S.Q. Fatimi.[12]

Islam di Timur Tengah

Masyarakat Islam dibangun diatas peradaban Timur Tengah Kuno yang telah mapam sebelumnya.

Masyarakat Islam berkembang dalam sebuah lingkungan yang sejak masa awal sejarah umat manusia telah menampilkan dua aspek yang fundamental, yaitu asal-usul dan struktur sejarah yang telah berlangsung.[13]

Perjalanan panjang Islam di daerah Tiimur tengah berlangsung sekitar 622 M Sampai 1002 M, yang berlangsung dalam 3 fase:

Fase penciptaan sebuah komunitas baru yang bercorak Islam di Arabia sebagai hasil dari transformasi wilayah pemikiran dengan sebuah masyarakat kekerabatan yang telah berkembang sebelumnya menjadi sebuah tipe monotheistik Timur Tengah.

Fase Penaklukan terhadap kawasan-kawasan di Timur Tengah oleh komunitas muslim yang telah terbentuk tersebut, kemudian membangun sebuah kebudayaan Islam secara menyeluruh.

Fase kesultanan (945-1200), pada fase pola dasar kultural dan institusional dari era khalifah berubah menjadi pola-pola negara dan institusi Islam.[14]

 Contoh Penutup

source : SlideShare

Penutup berada di BAB III yang merupakan bab terakhir dari contoh makalah yang benar. Bab III minimal berisi tentang kesimpulan dari pembahasan makalah. Selanjutnya, makalah ditutup dengan daftar pustaka. Daftar pustaka mencantumkan sumber atau literatur yang kita jadikan  rujukan teorinya.

Kesimpulan

Metodologi studi Islam adalah prosedur yang ditempuh secara ilmiah, cepat, dan tepat dalam mempelajari Islam secara luas dalam berbagai aspeknya, baik dari segi sumber ajaran, pemahaman terhadap sumber ajaran maupun sejarahya.

Dalam studi Islam dikenal berbagai macam pendekatan antara lain pendekatan arkeologis, pendekatan sufism/ tasawuf, pendekatan tekstual dan kontekstual, dan pendekatan kawasan/ studi wilayah.

Dalam kaitannya dengan studi Islam, maka arkeologi sebagai satu disiplin ilmu digunakan untuk merekontruksi perkembangan Islam di suatu tempat melalui benda-benda artefak maupun situs peninggalan Islam sehingga memahami Islam di suatu tempat tersebut pada masa lampau.

Dalam pendekatan sufisma ada beberapa meodel yang dapat dipelajari diantarnya, Model Sayyed Husein Nashr (Metode Tematik), Model Mustafa Zahri (Pendekatan Eksploratif),

Model Kautsar Azhari Noor (Pendekatan Tokoh), Model harun Nasution (pendekatan tematik) dan Model AJ. Arberry (Pendekatan Kesejarahan).

Pendekatan tekstual dalam kajian ini adalah metode pendekatan yang menitik beratkan pada makna teks harfiah dengan tanpa menyertakan konteks sosio-historis teks dalam aktivitas penafsiran.

Pendekatan kontesktual antara lain: Menyangkut bentuk atau sarana yang tertuang secara tekstual. Dalam hal ini tidak menuntut seseorang untuk mengikuti secara saklek (apa adanya).

Pengertian Studi Kawasan Islam adalah kajian yang tampaknya bisa menjelaskan bagaimana situasi sekarang ini terjadi, karena fokus materi kajiannya tentang berbagai area mengenai kawasan dunia Islam dan lingkup pranata yang ada dicoba diurai didalamnya.

 DAFTAR PUSTAKA

Azra, Azyumardi. 2009.Studi Kawasan Dunia Islam. Jakarta: Rajawali       Pers.

Hakim Abdul. 2017. Metodologi Studi Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Hakim, Atang Abd dan Jaih Mubarok. 2000. Metodologi Studi Islam.          Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Khalim, Samidi. 2008.Islam dan Spiritualitas Jawa. Semarang: Ra Sail        Media Group.

Lapidus, Ira M. 1999.Sejarah Sosial Ummat Islam. Jakarta: PT Raja            Grapindo Persada.

Mustofa,Hidayatul. 2018.Pendekatan Tekstual Dan Kontekstual Dalam      Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Al- Muhamadiyah Cepu.

Wanto, Sugeng. 2014. Pendekatan Tasawuf Dalam Studi Islam Dan           Aplikasinya Di Era Modern. Jurnal At-Tafkir Vol. VII No. 1.            Sumatera Utara: IAIN Sumatera Utara.

https://www.academia.edu/8682537/pendekatan_arkeologis (diakses 30/10/2019, pukul 07.18)

http://khamidun-khamidun.blogspot.com/2011/10/pendekatan-arkeologi-dalam-studi-Islam.html?m=1 (diakses 30/10/2019, pukul 07.51).

Footnote :

[1] Abdul Hakim, Metodologi Studi Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017)  hal. 3.

[2] Abdul Hakim, Metodologi Studi Islam…, hal. 4.

[3]https://www.academia.edu/8682537/pendekatan_arkeologis (diakses 30/10/2019, pukul 07.18)

[4]http://khamidun-khamidun.blogspot.com/2011/10/pendekatan-arkeologi-dalam-studi-islam.html?m=1 (diakses 30/10/2019, pukul 07.51).

[5] Sugeng Wanto, Pendekatan Tasawuf Dalam Studi Islam Dan Aplikasinya Di Era Modern, JurnalAt-Tafkir Vol. VII No. 1 (Sumatera Utara: IAIN Sumatera Utara, 2014), Hlm 131.

[6] Sugeng Wanto, Pendekatan Tasawuf Dalam Studi Islam Dan Aplikasinya Di Era Modern,… 132.

[7] Sugeng Wanto, Pendekatan Tasawuf Dalam Studi Islam Dan Aplikasinya Di Era Modern,… 137.

[8] Sugeng Wanto, Pendekatan Tasawuf Dalam Studi Islam Dan Aplikasinya Di Era Modern,… 138-139.

[9]Hidayatul Mustofa, Pendekatan Tekstual Dan Kontekstual Dalam Islam, ( Sekolah Tinggi Agama Islam Al- Muhamadiyah Cepu, 2018)

[10]Azyumardi Azra, Studi Kawasan Dunia Islam, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), Hlm 2.

[11] Atang Abd. Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000), Hlm 168-169.

[12] Samidi Khalim, Islam dan Spiritualitas Jawa, (Semarang: Ra Sail Media Group, 2008), Hlm 2-3.

[13] Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam, (Jakarta: PT Raja Grapindo Persada, 1999), Hlm 3.

[14] Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam,… Hlm 14

Nah, itulah tadi contoh makalah yang benar dari saya. Untuk file aslinya dapat langsung Best Jobbers semua download di link yang sudah saya sediakan di sini :

Contoh Makalah Yang Benar

Semoga bermanfaat.

Contoh Makalah Pendidikan

Dwi Saloka
9 min read

Contoh Makalah Sederhana

Dwi Saloka
14 min read

Contoh Makalah Singkat

Dwi Saloka
10 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *